Medical check up atau kalau diterjemahkan  sebagai pemeriksaan kesehatan  tentu berbeda dengan intilah general check up, Kalau General check up lebih  bersifat umum ( general ) sehingga pemeriksaan yang dilakukan  sifatnya lebih umum, artinya tidak ditujukan untuk melihat  resiko ganguan kesehatan karena  berhubungan dengan pekerjaan / aktifitas kerja atau lingkungan kerja.  Sedangkan Medical check up  lebih ditujukan untuk melihat  status kesehatan  seorang pekerja yang  diduga mengalami ganguan kesehatan karena  resiko kerja.  Sehingga kalau untuk pemeriksaan kesehatan karyawan yang lebih tepat kita gunakan istilah medical check up Karyawan, bukan general check up.

Sehingga akan muncul  medical check- up untuk  posisi pekerjaan tertentu, misalnya :

  • Medical Check up untuk  bagian Produksi.
  • Medical Check up untuk  bagian produksi yang terkait dengan kebisingan.
  • Medical Check up untuk  bagian produksi yang terkait dengan Penanganan bahan kimia.
  • Medical Check up untuk  bagian produksi yang terkait dengan Ketinggian.
  • Medical Check up untuk  bagian produksi yang terkait dengan paparan suhu tertentu.
  • Medical Check Up untuk  Staff.
  • Medical Check up Untuk  Driver.
  • Medical Check up untuk   salesman.
  • Medcial Check Up untuk Karyawan hotel.
  • Medical check up untuk  Karyawan Food Handing ( FB di hotel )
  • Medical check up untuk Karyawan  perbankan.

Atau medical check up yang didasarkan pada  usia tertentu.

  •  Medical check up untuk karyawan usia < 40 th.
  •  Medical Check up untuk Karyawam > 40 th.

Medical check up yang didasarkan pada usia biasanya untuk mengetahui  resiko kesehatan akibat pola makan dan  penyakit  degeneratif  akibat  pertambahan usia.

Powered By Medical Tourism

1. Pemeriksaan Laboratorium.

Medical chek up sebenarnya tidak memerlukan persiapan khusus, hanya saja jika dalam proses medical check up itu  dilakuakan pemeriksaan yang berkaitan dengan metabolisme tubuh sebaiknya perlu dilakukan persiapan puasa ( 10 – 12 jam ) sebelum dilakukan pemeriksaan, misal :

  •     Pemeriksaan Cholesterol, Trigliserida, HDL Cholesterol, LDL              Cholesterol.
  •     Pemeriksaan Glukosa darah puasa.

2. Pemeriksaan Urine.

 Untuk penampungan urin sebaiknya dilakukan pada saat menjelang        pemeriksaan. Untuk menampung urin gunakan wadah yang telah disediakan, tampunglah urine minimal setengah dari wadah.

3. Pemeriksaan ECG ( Rekam jantung )
  • Sehari sebelum pemeriksaan tidak boleh melakukan olahraga atau kerja berat
  • Sehari sebelum pemeriksaan tidak minum obat-obatan, kecuali ada perintah khusus dari Dokter.
  • Tidur cukup semalam sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Pada hari pemeriksaan sebaiknya tidak merokok, tidak minum kopi.
  • Peserta tidak dalam keadaan terlalu kenyang atau lapar.
  • Badan tidak kotor atau penuh minyak.
  • Peserta tidak mengenakan cincin, gelang, kalung, sabuk berkepala logam, atau bahan logam lainnya di tubuh.
  • Peserta tidak menyimpan HP  atau jam tangan di saku.
  • Untuk peserta wanita harus melepaskan kaitan bra dan tidak memakai bahan nilon.
  • Saat dilakukan pemeriksaan peserta harus dalam keadaan diam dan sesantai mungkin.

4. Pemeriksaan Rontgen 

  • Peserta harus menanggalkan perhiasan terutama yang terbuat dari logam di seputar bagian leher dan dada (yang akan dirontgen).
  • Peserta mengenakan pakaian khusus yang telah disediakan.
  • Untuk peserta wanita yang hamil tidak dilakukan pemeriksaan rontgen

5. Pemeriksaan Spirometri.

Pemeriksaan bermaksud untuk mengetahui fungsi paru dalam mengirup dan menghembuskan paru , sehingga terggambar kondisi paru apakah ada gangguan dalam proses bernapas . Kunci dalam pemeriksaan ini adalah :
  • Penjelasan pemeriksa kepada pasien harus jelas dan dipahami oleh pasien sehingga pasien benar-benar melakukan permintaan seperti yang di minta oleh pemeriksa.
  • Gunakan pakaian termasuk BH yang longgar sehingga tidak menggangu dalam bernapas.Bernapas dengan menggunakan dada  bukan dengan pipi
  • Dan penghembusan dengan sekuat upaya seperti yang diminta pemeriksa.

6. Pemeriksaan Audiometri

  • Sebaiknya tidak berada di tempat bising selama 12 jam sebelum dilakukan tes (pemeriksaan)
  • Peserta harus menanggalkan anting.
  • Peserta menghentikan konsumsi obat-obatan seperti golongan analgesik/antiinflamasi non steroid, aminoglikosida, bumetanid, asam etrasinat, furosemid, kuinin, eritromisin,, kapreomisin, 4-aminoquinolin, dan minosiklin, serta vankomisin dan salisilat dengan dosis tinggi.
  • Tes (pemeriksaan) sebaiknya dilakukan pagi hari sebelum bekerja.

 

Sumber : http://wahyudikuncoro.blogspot.com

 

Powered By Medical Tourism

Sebagai Laboratorium yang  selalu menjaga  mutu hasil pemeriksaan laboratorium, maka laboratoriu klinik ciliwung senantiana melaksanakan proses pengendalian mutu secara berkesinambungan dengan melaksanakan ;

1. Program pemantapan mutu Internal.

2. Program Pemantapan Mutu eksternal ( PME )

Berikut  sertifikat bukti keikutsertaan mengikuti  PME yang diadakan oleh Departemen Kesehatan republik Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Powered By Medical Tourism

Bila Anda berusia di atas 35 tahun dan akan membeli asuransi yang bernilai pertanggungan besar, Anda mungkin disyaratkan untuk melakukan medical checkup. Bila Anda bekerja di perusahaan, Anda juga mungkin mendapatkan fasilitas dari kantor untuk melakukan medical checkup. Banyak perusahaan besar yang bahkan mewajibkan para eksekutifnya untuk melakukan medical checkup setiap tahun. Namun, siapa pun Anda,  bila Anda sudah berusia di atas 35 atau bahkan 40 tahun, sangat disarankan bagi Anda untuk melakukan medical checkup secara rutin.

Apakah medical checkup?

 

Medical checkup adalah pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mengetahui status kesehatan Anda, bukan untuk mendiagnosis gejala atau mengobati penyakit.

Medical checkup mencakup serangkaian wawancara dan pemeriksaan kesehatan. Jenis-jenis dan lingkup pemeriksaan kesehatan dalam medical checkup bervariasi, tergantung keperluan dan permintaannya. Pada umumnya medical checkup bertujuan untuk mendeteksi secara dini bila ada masalah kesehatan tersembunyi yang belum menunjukkan gejala, terutama penyakit-penyakit kardiovaskular, penyakit ginjal, penyakit liver dan diabetes mellitus. Selain mendeteksi dini penyakit, medical checkup juga menentukan tingkat kebugaran dan kesehatan umum.

Prosedur Medical Checkup

Medical checkup dapat dilakukan oleh internis atau dokter umum yang berkualifikasi melakukannya. Prosedurnya dapat meliputi beberapa langkah berikut:

  • Wawancara riwayat kesehatan. Dokter akan menanyakan kondisi umum, penyakit dan operasi yang pernah Anda jalani atau obat-obatan yang diambil. Dia juga menanyai gaya hidup Anda, seperti apakah Anda merokok, pola makan Anda, apakah Anda teratur berolahraga dan lainnya. Dia juga akan menanyakan apakah ada penyakit tertentu yang menurun di keluarga Anda, seperti diabetes melitus, serangan jantung atau kanker.
  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan diagnosis lebih lanjut untuk menentukan kesehatan umum, misalnya: pengukuran tekanan darah, detak jantung, denyut nadi, pemeriksaan pernapasan, kulit, abdomen, leher, kelenjar getah bening dan refleks saraf. Dengan cara ini dokter dapat menemukan, misalnya, bila ada tanda-tanda penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan hipertensi. Dokter juga perlu mengukur tinggi dan berat badan untuk menghitung indeks massa tubuh. Indeks masa tubuh di atas normal meningkatkan risiko berbagai penyakit.
  • Pemeriksaan pendukung. Dokter akan merujuk Anda untuk mendapatkan tes darah dan tes urin rutin di laboratorium. Pemeriksaan darah dan urin terutama untuk mengidentifikasi kemungkinan gangguan metabolik (misalnya diabetes melitus) atau penyakit ginjal. Untuk tujuan ini, dokter perlu mengetahui tingkat glukosa darah dan lipid darah (misalnya trigliserida dan kolesterol). Untuk mengukur tingkat kebugaran dan kesehatan jantung Anda, dokter bisa meminta Anda mengikuti pemeriksaan dengan threadmill.
  • Wawancara akhir. Dalam wawancara akhir, dokter membahas hasil-hasil medical check up dengan Anda  dan langkah-langkah berikutnya. Dia akan menyusun profil risiko Anda untuk penyakit kardiovaskular dan penyakit lainnya dan memberikan saran-saran untuk meningkatkan tingkat kesehatan dan kebugaran Anda. Pemeriksaan lebih lanjut (mungkin oleh dokter rujukan), misalnya pemeriksaan EKG untuk penyakit jantung, hanya perlu dilakukan jika ada kecurigaan penyakit. Bila tingkat kesehatan Anda secara umum baik, medical check up berikutnya bisa Anda lakukan dua tahun kemudian.

Sumber : http://majalahkesehatan.com

Powered By Medical Tourism

 

Akhir akhir  ini banyak berita yang  membahas tentang Narkoba, apalagi ini dipicu dengan penggunaan narkoba di kalangan generasi muda yang  sudah sangat memprihatinkan, merebaknya pengunaan Narkoba ini  dipicu oleh banyak hal , diantaranya  edukasi yang kurang terhadap Narkoba itu sendiri , sehingga timbullah  rasa penasaran  dan keinginan  untuk mencoba, atau bisa jadi pihak yang seharusnya mengedukasi  banyak terkuras tenaganya untuk  melakukan penindakan, sehingga proses edukasi dan pencegahan terabaikan.

Dalam hal ini laboratatorium klinik Ciliwung ingin sedikit berperan untuk mengedukasi masyarakat tentang NARKOBA, mulai dari mengenali untuk tidak mencobanya,

Berikut Beberapa Jenis Narkoba Yang kita kenal selama ini :

  Katagori

Nama Narkoba

Nama Lain

Terdeksi dalam

urine sebagai

Stimulan  

 

 

 

Amphetamine  Amphet, Whizz, Billywhizz, PeppillsIcc, Crystal, Inex, I,

 Ecstacy, Kancing,

Shabu-shabu, Speed

Coke, Rock, Crack

Amphetamine Methamphetamine

MDMA

 

Benzolegonine

Methamphetamine  
Cocaine
Halusinogen  

 

 

 

 

 

 

 

THC ( Tetra Hydro Cannabinol ) 

 

 

 

 

 

 

 

Ganja / Cannabis,Gele, Marijuana,Hash, Cimeng,

Kangkung, Oyen,

Ikat, Bang,

Labang, Rumput /

Grass, Dope,

Weed, Hemp,

Colombian,

Sinsemilla, Barang

THC – AsamKarboksilat seyawaGlukoronoid

 

 

 

 

 

 

 

Analgesik -Narkotik  

 

 

 

Morphine /Opiate 

 

 

 

 

Smack, Tar, Tiger,Opium, Heroine,Putauw, (Heroin kls 5/6),

Putih, Bedak, PT, White,

Etep

Opiate  

 

 

Depresan,Sedatif,Hipnotik

 

 

 

 

 

Benzodiazepine  

  

Bennies,Rhophies(Rohypnol) Benzodiazepine  
Barbiturate   Barbs, Drowners,Tranqs Barbiture 

 

Powered By Medical Tourism
Klasifikasi Status kesehatan  calon karyawan menurut ILO (International Labour Organization) :
  • Fit / Fit for the job
  • Temporary Unfit
  • Fit with restriction
  • Unfit
  • Uncomplete result.

 

FIT / FIT FOR THE JOB

  • Karyawan/ calon karyawan dalam keadaan sehat. Mungkin ditemukan gangguan kesehatan ringan, tetapi tidak memerlukan follow up/ perawatan oleh dokter (misalnya : alergi makanan, penyakit kulit ringan, maag, dll).
  • Calon karyawan harus memenuhi persyaratan kerja khusus sesuai dengan penempatannya (misalnya : tinggi badan minimum 165 cm untuk operator, tidak buta warna untuk mekanik, dll).

 

TEMPORARY UNFIT

  • Calon karyawan mempunyai gangguan kesehatan yang memerlukan follow up/ pengobatan dokter. Dengan demikian, yang bersangkutan dianggap gagal dalam uji kesehatan karena tidak dalam kondisi siap untuk bekerja.

Catatan :

  • Temporary unfit adalah status kesehatan yang bersifat sementara. Status finalnya tergantung hasil follow up dokter. Dapat “FIT” jika proses pengobatan terlaksana dengan baik, atau”ÜNFIT” jika pengobatan gagal / tidak dilakukan.

 

FIT WITH RESTRICTION

Karyawan / calon karyawan secara umum dalam kondisi sehat tetapi memiliki cacat / keterbatasan fungsional (misalnya : buta warna, buta, kelemahan / cacat anggota badan akibat sakit / cedera / bawaan, dll). Yang bersangkutan tetap layak untuk pekerjaan tertentu dimana cacat / keterbatasannya tidak  menghalangi produktivitas dan keselamatannya.

 

UNFIT

Karyawan / calon karyawan memiliki masalah kesehatan serius yang memerlukan tindakan medis tertentu. Dengan demikian kondisi kesehatan karyawan / calon karyawan tersebut tidak sesuai untuk semua pekerjaan..

.

UNCOMPLETE RESULT

Status kesehatan belum dapat disimpulkan. Diperlukan pemeriksaan medis lain untuk menegakkan diagnosa kesehatan.

 

 

Powered By Medical Tourism

Medical Check Up Calon Karyawan adalah pemeriksaan kesehatan calon karyawan sebelum ia diterima bekerja. Medical Check Up menjadi syarat penting dalam proses penerimaan calon pegawai suatu perusahaan, dengan kualitas kesehatan prima, maka dapat dicapai produktivitas kerja yang tinggi.

Kegiatan medical check up umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam proses penjaringan karyawan yang berfungsi untuk mengetahui kondisi kesehatan calon karyawannya.
Hal ini dimaksudkan agar perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan yang akan direkrutnya itu.

Hal ini akan berhubungan dengan tuntutan karyawan terhadap perusahaan di kemudian hari..

Pentingnya Medical Check Up Pre – Employee

  • Agar kita mengetahui record kesehatan calon karyawan, sehingga yang memiliki penyakit menular dapat diobati terlebih dahulu sebelum bekerja. Dengan maksud ia dapat lebih produktif dalam bekerja dan penyakit tersebut tidak menular ke karyawan lainnya.
  • Meningkatkan Kualitas kerja karyawan, dengan tubuh yang sehat tentu kinerja karyawan tersebut akan lebih maksimal sehingga produktivitas juga lebih baik
  • Menghindari tuntutan karyawan di kemudian hari, mengenai penyakit yang ia dapat setelah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut

 

APA SAJA YANG PERLU DIPERIKSA ?

Yang perlu diperiksa untuk calon karyawan meliputi, pemeriksaan fisik oleh dokter, Pemeriksaan Darah Lengkap, Urine Lengkap, HCG test, Fungsi Liver, HbsAg, Ureum Creatinin, Gula darah puasa, Rontgen Thorax, EKG, Audiometri , Spirometri.

Pemeriksaan Darah Lengkap

Darah lengkap wajib diperiksa untuk mengetahui adanya penyakit akut maupun kronis, meliputi anemia, infeksi akut, leukemia, infeksi kronik, gangguan pembekuan darah dan faktor risiko alergi.

Pemeriksaan Urine Lengkap

Urine lengkap wajib diperiksa untuk mengetahui adanya infeksi pada saluran kemih dan genital, kristalisasi pada urine yang menjadi salah satu penyebab batu ginjal.

HCG Test

Untuk mengetahui adanya kehamilan pada calon karyawan. Dilakukan pada calon karyawan wanita bagian produksi. Jika perusahaan menerima calon karyawan yang sedang hamil maka perusahaan harus menerima risiko jika adanya gangguan kesehatan pada masa kehamilan yang menyebabkan karyawan tersebut sering cuti. Karena kehamilan normal pun pasti ada gangguan kesehatan yang normal yang akan menyebabkan keterbatasan pekerjaan fisik.

FUNGSI LIVER

SGOT dan SGPT untuk mengetahui adanya penurunan fungsi hati. Peningkatan SGOT dan SGPT dapat disebabkan karena kegemukan, konsumsi obat, alkohol , kurang istirahat dan penyakit peradangan hati . Pemeriksaan ini dilakukan untuk calon karyawan dan karyawan yang bekerja pada perusahaan dengan jam lembur tinggi dan hasil produksi yang berhubungan dengan bahan kimia.

Gamma Glukuronil Transferase untuk mengetahui adanya toksisitas pada hati akibat bahan kimia. Pemeriksaan ini dilakukan pada karyawan yang bekerja di lingkungan pabrik dengan bahan kimia dan calon karyawan yang dahulu memiliki riwayat pekerjaan pada pabrik yang menggunakan bahan kimia.

HbsAg ( dengan Anti Hbs titer )

Untuk mengetahui adanya penyakit hepatitis B. Pemeriksaan ini dilakukan pada calon karyawan yang akan bekerja di bidang medis, pekerjaan yang menggunakan benda tajam, pisau, jarum suntik. Sehingga risiko mengalami luka lebih besar. Karena penyakit hepatitis B salah satunya menular lewat darah. Untuk karyawan pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk screening test. Sehingga penyakit lebih mudah diketahui dan penanganan lebih cepat.

FUNGSI GINJAL

Ureum dan Creatinin untuk mengetahui adanya penurunan fungsi ginjal sehingga dapat mendeteksi secara dini penyakit gagal ginjal. Jika sudah ada kecurigaan diagnosa dokter ke arah gagal ginjal maka kita juga dapat menangani lebih awal misalnya karyawan tersebut diistirahatkan.

GULA DARAH PUASA

Untuk mengetahui adanya intoleransi glukosa dan penyakit Diabetes Mellitus. Dengan mengetahui penyakit ini maka kita dapat mengadakan diet rendah gula ataupun pengobatan.

RONTGEN THORAX

Untuk mengetahui adanya kelainan di paru-paru seperti infeksi akut maupun kronis yang dapat menular dan mengganggu efektifitas bekerja, seperti TB Paru, Bronkhopneumonia.

EKG ( ELEKTROKARDIOGRAFI )

Untuk mengetahui adanya kelainan jantung sehingga dapat membatasi pekerjaan fisik.

AUDIOMETRI

Untuk mengetahui adanya penurunan fungsi pendengaran terutama bagi karyawan yang bekerja di lingkungan dengan kebisingan yang tinggi. Untuk calon karyawan yang dahulu pernah terpapar kebisingan pada tempat kerja terdahulu dan untuk karyawan yang bekerja di lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi.

SPIROMETRI

Untuk mengetahui adanya penurunan fungsi paru – paru terutama yang bekerja di lingkungan dengan kadar polusi ( debu, zat kimia yang mudah menguap ) yang tinggi. Pemeriksaan dilakukan oleh calon karyawan dengan tempat kerja dahulu memiliki lingkungan dengan kadar polusi tinggi dan karyawan dengan lingkungan kadar polusi tinggi.

Powered By Medical Tourism