Mengapa Calon Karyawan Perlu Melakukan Medical Check Up ?

Medical Check Up Calon Karyawan adalah pemeriksaan kesehatan calon karyawan sebelum ia diterima bekerja. Medical Check Up menjadi syarat penting dalam proses penerimaan calon pegawai suatu perusahaan, dengan kualitas kesehatan prima, maka dapat dicapai produktivitas kerja yang tinggi.

Kegiatan medical check up umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam proses penjaringan karyawan yang berfungsi untuk mengetahui kondisi kesehatan calon karyawannya.
Hal ini dimaksudkan agar perusahaan mengetahui riwayat kesehatan calon karyawan yang akan direkrutnya itu.

Hal ini akan berhubungan dengan tuntutan karyawan terhadap perusahaan di kemudian hari..

Pentingnya Medical Check Up Pre – Employee

  • Agar kita mengetahui record kesehatan calon karyawan, sehingga yang memiliki penyakit menular dapat diobati terlebih dahulu sebelum bekerja. Dengan maksud ia dapat lebih produktif dalam bekerja dan penyakit tersebut tidak menular ke karyawan lainnya.
  • Meningkatkan Kualitas kerja karyawan, dengan tubuh yang sehat tentu kinerja karyawan tersebut akan lebih maksimal sehingga produktivitas juga lebih baik
  • Menghindari tuntutan karyawan di kemudian hari, mengenai penyakit yang ia dapat setelah tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut

 

APA SAJA YANG PERLU DIPERIKSA ?

Yang perlu diperiksa untuk calon karyawan meliputi, pemeriksaan fisik oleh dokter, Pemeriksaan Darah Lengkap, Urine Lengkap, HCG test, Fungsi Liver, HBsAg, Ureum, Creatinin, Gula Darah Puasa, Rontgen Thorax, EKG, Audiometri , Spirometri.

Pemeriksaan Darah Lengkap

Darah lengkap wajib diperiksa untuk mengetahui adanya penyakit akut maupun kronis, meliputi anemia, infeksi akut, leukemia, infeksi kronik, gangguan pembekuan darah dan faktor risiko alergi.

Pemeriksaan Urine Lengkap

Urine lengkap wajib diperiksa untuk mengetahui adanya infeksi pada saluran kemih dan genital, kristalisasi pada urine yang menjadi salah satu penyebab batu ginjal.

HCG Test

Untuk mengetahui adanya kehamilan pada calon karyawan. Dilakukan pada calon karyawan wanita bagian produksi. Jika perusahaan menerima calon karyawan yang sedang hamil maka perusahaan harus menerima risiko jika adanya gangguan kesehatan pada masa kehamilan yang menyebabkan karyawan tersebut sering cuti. Karena kehamilan normal pun pasti ada gangguan kesehatan yang normal yang akan menyebabkan keterbatasan pekerjaan fisik.

FUNGSI LIVER

SGOT dan SGPT untuk mengetahui adanya penurunan fungsi hati. Peningkatan SGOT dan SGPT dapat disebabkan karena kegemukan, konsumsi obat, alkohol , kurang istirahat dan penyakit peradangan hati . Pemeriksaan ini dilakukan untuk calon karyawan dan karyawan yang bekerja pada perusahaan dengan jam lembur tinggi dan hasil produksi yang berhubungan dengan bahan kimia.

Gamma Glukuronil Transferase untuk mengetahui adanya toksisitas pada hati akibat bahan kimia. Pemeriksaan ini dilakukan pada karyawan yang bekerja di lingkungan pabrik dengan bahan kimia dan calon karyawan yang dahulu memiliki riwayat pekerjaan pada pabrik yang menggunakan bahan kimia.

HBsAg ( dengan Anti HBs titer )

Untuk mengetahui adanya penyakit hepatitis B. Pemeriksaan ini dilakukan pada calon karyawan yang akan bekerja di bidang medis, pekerjaan yang menggunakan benda tajam, pisau, jarum suntik. Sehingga risiko mengalami luka lebih besar. Karena penyakit hepatitis B salah satunya menular lewat darah. Untuk karyawan pemeriksaan ini juga dapat dilakukan untuk screening test. Sehingga penyakit lebih mudah diketahui dan penanganan lebih cepat.

FUNGSI GINJAL

Ureum dan Creatinin untuk mengetahui adanya penurunan fungsi ginjal sehingga dapat mendeteksi secara dini penyakit gagal ginjal. Jika sudah ada kecurigaan diagnosa dokter ke arah gagal ginjal maka kita juga dapat menangani lebih awal misalnya karyawan tersebut diistirahatkan.

GULA DARAH PUASA

Untuk mengetahui adanya intoleransi glukosa dan penyakit Diabetes Mellitus. Dengan mengetahui penyakit ini maka kita dapat mengadakan diet rendah gula ataupun pengobatan.

RONTGEN THORAX

Untuk mengetahui adanya kelainan di paru-paru seperti infeksi akut maupun kronis yang dapat menular dan mengganggu efektifitas bekerja, seperti TB Paru, Bronkhopneumonia.

EKG ( ELEKTROKARDIOGRAFI )

Untuk mengetahui adanya kelainan jantung sehingga dapat membatasi pekerjaan fisik.

AUDIOMETRI

Untuk mengetahui adanya penurunan fungsi pendengaran terutama bagi karyawan yang bekerja di lingkungan dengan kebisingan yang tinggi. Untuk calon karyawan yang dahulu pernah terpapar kebisingan pada tempat kerja terdahulu dan untuk karyawan yang bekerja di lingkungan dengan tingkat kebisingan tinggi.

SPIROMETRI

Untuk mengetahui adanya penurunan fungsi paru – paru terutama yang bekerja di lingkungan dengan kadar polusi ( debu, zat kimia yang mudah menguap ) yang tinggi. Pemeriksaan dilakukan oleh calon karyawan dengan tempat kerja dahulu memiliki lingkungan dengan kadar polusi tinggi dan karyawan dengan lingkungan kadar polusi tinggi.